Cari Blog Ini

Rabu, 25 Agustus 2010

SEMOGA BUKAN AKU

Rabu, 25 Agustus 2010 0

Seorang kawan memangil. ia berteriak tentang masalahnya. lagi2 musalah wanita? kenapa mengenai wanita? mengapa harus wanita? kenapa bukan politik? kenapa bukan kuliah yang jelas2lebih penting? kenapa selalu wanita?
apakah hanya wanita yang berada di benak lelaki? kalo memang seperti itu,lelaki yang mana yg terus dan selalu dihegemoni wanita? yang jelas bukan aku..semoga...

TERTAWA TAPI TAK ADA


Jam malam tertawa melihat aku tampak begitu bodoh didepan monitor.

aku ingin melakukan...

Mencoba merangkai kata tapi tak ada.
Mencoba tidur tapi tak ada.
Mencoba pergi keluar tapi tak ada.
Mencoba tertawa tapi tak ada.
Memcoba menangis tapi tak ada.
Mencoba diam pun tapi tak ada...

Kucoba melakukan, dan...
Samar-samar tampak ide2 itu berserakan menjadi sampah di lantai, mengotori kamarku...

SLANK DANCE


Jangan takut keluarlah
Hadapi dunia dengan menari
Jangan takut ayo keluar
Hadapi dunia dengan menari

Berhayalah seluas biru langit
Berpikirlah sedalam biru laut
Horizontal sama rasa sama rasa

Melihatlah seterang sinar sunset
Menataplahlah sebinar cahaya sunrise
Terang benderang 2x

Buka jendalamu lalu pandanglah
Buka pintu ayo keluarlah
Bebas lepas, lepaskan kebebasan

Lirik: Slank

MAU BELI TIDUR


Aku mau tidur
tapi mata ini nggak juga menutup
Aku sudah ngantuk
Tapi otak melayang nggak menentu

Teringat mimpi-mimpi
Sampai saat ini belum juga nyata
Waktupun tertawa ha....ha...
Menyerat langkahku yang semakin tua

Aku langsung bangun dan bakar rokok
Kutendang2 (kubanting2) ranjangku yang bobrok
Mengapa aku masih di kamar ini
Apa mesti mimpi itu kubeli

Aku rebah lagi
Mencoba untuk menutup mata lagi
Tapi masih saja
Pikiran itu2 lagi yang datang

Lirik: Slank

MALAM INI HENING


malam ini hening.
namun suasan hening tidak lantas membuatku menutup mata..
mungkin, karena aku tak terbiasa terlelap dalam keheningan

aku menyukai hening.
Pikirku, terlalu berharga melewatkan keheningan yang sempurna ini..
Keheningan menjadi suatu kemewahan bagiku..mahal dan sulit di dapat...

MAU BELI CINTA..?


"Coba sejenak beristirahatlah..
Dunia ini tersenyum saat kau tertidur..
Dan menangis saat kau terbangun..
maka tertidurlah..seperti tertidurnya Tuhan mereka hari ini..."

"Tak ada sebuah cinta pun kemarin
tdak juga hari ini..begitu juga dengan esok
Karena, telah lama hati ini berhenti membuat cinta..
Dan, telah lama aku tak sanggup membelinya.."

PROSES YANG MEMBUSUK


Semua itu butuh proses, kawan. Maka, tak salah orang-orang sukses itu adalah mereka yang menuhankan proses. Bagi mereka tak ada hasil tanpa adanya proses. Hasil baik adalah konsekuensi dari sebuah proses begitu pula hasil buruk adalah ganjaran dari sebuah proses. Walaupun benar, proses yang baik belum tentu menemukan akhir yang baik di ujung cerita, begitu pula sebaliknya.
Kawan, janganlah merasa rugi untuk berproses, justru semestinyalah kita merasa rugi ketika tak ada proses yang baik dalam suatu pencapaian. Disadari atau tidak, kita memang tidak dapat menghindar dari proses, cara-cara instan sekali pun yang diidentikan dengan ketidak sanggupan sesuatu menjalani proses yang semestinya, pada dasarnya telah berproses juga.
Proses merupakan salah satu nilai dasar yang membangun kehidupan, tapi alangkah sedihnya konsepsi proses telah begitu sering dilacurkan bersama dengan konsepsi-konsepsi dasar lain dalam kehidupan, seperti keadilan, kebebasan, dan kejujuran.
Proses telah menjadi tameng dari suatu ketidakmampuan. Kata proses telah memberi Mereka rasa aman saat ditagih atas janji-janji mereka tempo hari. Cukup dengan kata proses mereka telah merasa berhasil dalam suatu pengabdian dan kita percaya. Sungguh suatu penghinaan terhadap nilai luhur dalam kehidupan.
Tentunya kita semua ingin menjadi bangsa yang maju melalui serangkaian proses, tp bukan berarti kita bertahun-tahun terus dipecundangi elit yang meangatasnamakan proses demi prestise. Tanpa sadar, kita telah diberi makan proses oleh mereka dan dengan naifnya kita telan mentah-mentah proses yang telah membusuk itu.
Proses tentu jangan sampai terhenti, dan kita jangan menjadi bangsa yang mengingkari kesakralan proses. Indonesia harus tetap dan terus berproses, salah satunya adalah berproses dalam politik bukan berpolitik dalam proses. Enyahkan jargon-jargon tentang proses yang meninabobokan rakyat, mengamankan elit secara politis, dan mengingkari substansi dari makna proses itu sendiri. Proses substansinya adalah progres, namun yang terjadi proses kita hari ini lebih banyak menuai protes. ada apa hai kawan-kawan mahasiswa, kalian yang katanya kaum intelektual harus menjelaskannya pada rakyat..!!

DIA TERUS BERNYAYI


Hari ini aku bangun, seperti yang sudah-sudah aku baru terbangun setelah mentari memanggang kamarku. diantara panas, terik, karena keperkasaan cahaya mentari yang berhasil mempecundangi gorden kamarku, aku tinggalkan kasur yang porak-poranda karena pertempuranku semalam, pertempuran melawan mimpi buruk.

Setengah sadar, sambil terduduk aku berpikir, mau apa aku hari ini? Apa yang harus aku kerjakan? Rasa-rasanya rasa malas erat mendakap seluruh lekuk tubuhku, persendianku seperti kaku enggan kugerakan kemana pun. Aku tahu hari ini aku harus ke kampus, tapi..Tuhan.., beratnya hatiku meninggalkan kamar, "mending aku bermesraan dengan facebook, si makhluk bermuka dua," pikirku..
Masih duduk dan melamun, sambil menerawang mencari-cari semangat yang sedang kabur, sayup-sayup kudengar nyayian dari luar kamarku. Lagu ini aku ingat, lagu legendaris. Aku suka sekali dengan lagu itu, apalagi kalau dibawakan secara akustik, membuatku merinding. Lamunanku yang tidak terkonsep itu akhirnya buyar, aku fokus mendengar nyanyian itu, merdu sekali menyatu dengan ritme gitar, membentuk harmoni yang menimbulkan gemuruh di hatiku. Siapa gerangan yang menyayikannya? Suaranya tidak begitu asing, menyayikan untuku,kah?

Bergegas aku menuju jendela, paku2 imajiner yang tadi melumpuhkan persendiaanku luluh lantak, aku sibak tirai pecundang itu, aku ingin tau siapa yang menyayikannya. Sejurus kemudian aku buka jendela, sinar mentari yang masih terik itu beradu dengan mataku yang aku picingkan. Aku pun celingukan memanjangkan leherku keluar jendela..

“Hemm..mana orang itu, kok tak nampak.?” Aku terheran karena tak seorang pun di sana.
Orang itu terus melagu, meski tak tampak, suaranya aku kenal, suara seorang pria yang tak asing bagiku. Dari artikulasi dan vibranya sepertinya dia menghayati betul lagu itu. Tebakanku, pria itu sama denganku, menyukai lagu itu dan sedang kehilangan semangat karena sesuatu hal. Dia tak nampak tapi suaranya makin jelas, semakin dekat. Disitu aku masih seperti orang bego, celingukan mencari sesuatu yang tak nampak tapi terasa, aku yakin ia ada.

Dua menit sudah aku bertahan dibibir jendela kamarku, biasanya dari lantai 3 bisa kulihat siapapun yang beraktivitas dibawah. Aku pun tahu persis anak-anak sini biasanya memainkan gitar di bawah pohon sukun itu. Aku coba mengingat-ingat, siapa anak bawah yang punya tipe suara seperti itu? Aku ingin menyampaikan rasa terima kasihku, ia telah telah menghibur hatiku meski ia tak menyadari. Aku appreciate, lagu itu mewakili guratan hatiku.

“Sudahlah, dia bernyayi di dalam kamarnya kali,” pikirku. Aku tutup jendela, kututup kembali tirai, hari ini sinar mentari menjadi musuhku, seperti halnya aku sedang bermusuhan dengan keadaan. Lagu itu masih berlanjut, mulai masuk ke bait terakhir. Aku masih menikmatinya, sambil kurebahkan tubuhku diatas kasur. Seiring aku rebahkan tubuh ini ternyata lagu itu semakin jelas! Suaranya aku hapal, semakin hapal. Aku tahu suara siapa itu, bukan anak bawah, bukan pula pengamen jalanan. Aku tahu suara siapa itu…dan aku tahu nyayian itu bukan berasal dari luar dinding kamarku tidak juga di dalam kamarku. Lirik demi lirik penutup itu semakin jelas terdengar, bukan ditelingaku tetapi di dadaku, di hatiku. ”Terlalu manis untuk dilupakan kenangan yang indah bersamamu tinggallah mimpi...” begitu katanya.. aku pun tertidur tapi bukan mati sayang..

(jatinangor, Agustus 2009)

*Teman silahkan mengomentari, menilai, memberi kritik, saran, atau hujatan sekali pun..hehe, sekedar ungkapan ide dalam media tulisan..thx sebelumnya..

BUKAN UNGKAPAN HATI


Berangkat dengan senyuman, tak sedikit pun terlintas di benak ini aku akan pulang dengan kerutan kecewa di kanvas wajah. Segala sesuatu yang telah direncanakan dengan sematang-matangnya, pada akhirnya berantakan, berserakan tak beraturan..berbagai serpihannya pun lenyap entah kemana. Apa mau dikata, kesenjangan antara harapan dan kenyataan terlalu jauh. Harapan dan kenyataan tak dapat disatukan lagi, ibarat dua pulau yang dipisahkan selat yang tengah diamuk badai.
Padahal tak kurang dari time schedule, daftar peralatan, dan daftar narasumber beserta teknis untuk menemui merea telah aku buat d atas kertas, rapih dan teratur. Belum lagi, materi pertanyaan telah diracik sedemikian rupa di dalam memory otak, dan siap dimuntahkan bak peluru yang terhambur dari magasin. Namun, tangan yang tak terlihat itu telah memindahkan segalanya, merubah posis letak ornamen yang telah tersusun dalam rancangan rencana-rencanaku.
Aku pikir kita bebas, tapi ternyata kita ditentukan oleh sesuatu yang tak terlihat. Orang menyebutnya Tuhan, rusaknya rencanaku karena nasibku, yaa..Nasib lah yang menunjukan tuhan itu ada....

AKU TIDAK INGIN MENULIS 2


saat ingin menulis aku selalau menulis walaupun tak tahu harus menulis apa. apa yang harus ditulis itu urusan ke 17 sekian.seperti sekarang, bingung apa yang harus di tulis? aliran inspirasi mandek, telah lama terjadi pendangkalan di saluran nalar.
1 menit, 2 menit, 3 menit,..10 menit telah berlalu, masih belum kutemui apa yang harus di tuangkan di kertas putih ini. Huh..baik lah aku menyarah, sepertinya ide itu tak datang malam ini. lagi pula seharian aku suntuk, otak ini mungkin butuh revolusi....
Hah..Revolusi??bukankah revolusi selalu berdarah? berarti otak ini butuh darah...?!

KEPRIBADIAN DAN POTONGAN RAMBUT


1. RAMBUT PLONTOS
Banyak banget nii orang yang bilang kalo rambut plontos pada pria itu kelihatan seksi abiis. Katanya sih kayak Samuel Rizal. Pendapat ini ada benarnya juga lho. Karena, laki-laki yang rambutnya sengaja dibuat plontos menandakan ia memiliki hormon testosteron yang tinggi dalam darah. Ia menganggap dirinya sangat jantan dan senang merasakan belaian tangan perempuan di atas kulit kepalanya., aiih… licin, bo. Karakter mononjol lainnya, ia bukan orang yang gampang dikendalikan.

2. GAYA STANDAR
Model rambutnya nii bener- bener standar dan alami banget. Sejak masa remaja model rambutnya ga pernah berubah. Laki-laki dengan rambut seperti ini menandakan dia bukan seorang pemimpi. Ia ga punya harapan atau keinginan-keinginan besar dalam hidupnya. Baginya, hidup yang mesti dijalani, ya hari ini. Bukan orang yang biasa mengambil keputusan spontan. Cenderung tidak menginginkan perubahan drastis dalam hidupnya.

3. TERTATA LICIN
Biasanya nih orang yang rambutnya dibikin licin cukup obsesif pada kerapian dan kebersihan. Ia bisa membawakan image dirinya dengan baik. Bisa menyimpan rahasia dan menyembunyikan kepribadiannya. Kelebihannya, otaknya gak terkontaminasi pikiran-pikiran negatif. Ia juga fokus, bertanggungjawab dan memiliki self of belonging yang tinggi pada sesuatu yang menjadi miliknya.

4. SISIRAN KE BELAKANG
Model rambut sisiran ke belakang yang kayak Leonardo di Caprio di film Titanic ini menunjukkan sosok laki-laki yang keras kepala dan royal, terutama pada teman dan keluarga. Ia mudah putus asa dan akan mengeluh ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Sebaliknya, dia akan sangat bersemangat jika menghadapi keadaan yang sesuai dengan harapannya.

5. PONI KE DEPAN
Pria dengan gaya rambut seperti ini menunjukkan pribadi yang rasional, tapi terkadang gampang terbawa dengan pemikiran yang keliru. Ia mudah diprovokasi dan hanyut. Kalau orang yang tidak mengenalnya, dia akan terlihat menjaga jarak. Padahal begitu mengenalnya, dia sosok yang setia kawan dan murah hati. Dalam hubungan percintaan, ia sangat bergantung pada orang yang dia cintai.

6. RAMBUT JABRIK
Ia pribadi yang keras kepala dan emosional. Jika menginginkan sesuatu ia pantang mundur sebelum mendapatkannya. Ia sangat menyukai kebebasan dan tidak suka diatur. Ia pintar menyenangkan hati orang lain dan memiliki tekad untuk maju. Kelebihan lain, pintar bicara dan cenderung boros.

7. BELAH TENGAH
Gaya rambut seperti ini menandakan dia pribadi yang sederhana, kurang percaya diri, dan memegang teguh aturan norma yang ada. Hidupnya lurus-lurus saja dan tidak banyak tuntutan. Cenderung pemalu, namun perkataannya jujur dan dapat dipercaya. Seleranya tinggi. Ia rela mengeluarkan uang banyak demi memenuhi seleranya yang tinggi itu.

8. GAYA MOHAWK
Ia tidak suka mengikuti aturan lain selain aturannya sendiri yang dia anggap benar. Ia senang diperlakukan dan diingat. Ia tidak takut membicarakan apa yang dia pikirkan pada orang lain. Ia juga sangat fokus terutama pada hal-hal yang menarik minatnya. Ketika dia menggeluti suatu bidang, dia akan menjalaninya dengan serius. Selera humornya cukup tinggi. Dalam hal berteman dia tidak pilih-pilih.

9. POTONGAN CEPAK
Berkepribadian keras dan tegas, namun gampang tersinggung. Orang yang bisa diandalkan dalam berbagai situasi. Ia mau berkorban demi orang lain. Ia mempunyai pendirian yang teguh, rajin dalam bekerja, sayang keluarga dan pintar menjaga kesehatan.

10. GONTA-GANTI MODEL
Setiap bulan ia selalu mengganti model rambutnya. Ini menunjukkan kepribadian yang dinamis atau menyukai hal-hal baru. Ia orang yang mudah beradaptasi di lingkungan baru sekalipun. Kelebihannya, otaknya sangat kreatif.

11. SANGAT LURUS
Ia memiliki kepribadian yang bebas, selalu menuruti keinginannya sendiri, berpendirian kuat, dan tidak suka kompromi. Ia juga sangat bangga pada dirinya sendiri. Ia sangat pemilih dan tidak menyukai pasangan yang mengganggu privasinya.

12. RAMBUT PANJANG
Tampilan luarnya memang terlihat ganas, namun dia memiliki jiwa yang sensitif. Tidak mudah membuat dia jatuh cinta. Tapi kalau hatinya sudah mentok pada seseorang, dia akan sulit berpaling. Ia tipe emosional, namun dapat dipercaya dan baik hati. Meski usianya telah dewasa, jiwa kekanakannya sering muncul. Ia sering terperangkap dalam jiwa remajanya dan terbuai oleh nostalgia masa lalu.



*Artikel ini asik, makanya gw copas dari blog orang, sory buat mpunya tulisan..wkwkwkw

ARTI KEHIDUPAN


Jangan berkata tidak
Bila Kau jatuh cinta
Terus terang sajalah buat apa berdusta

Cinta itu anugrah
maka berbahagialah
Sebab Kita sengsara bila tak punya cinta
Rintangan pasti datang menghadang
Cobaan pasti datang menghujam
Namun yakinlah bahwa cinta itu kan membuatmu
Mengerti akan arti kehidupan

Marilah sayang
Mari sirami
Cinta yang tumbuh di dalam diri
Marilah sayang
Mari sirami
Agar merekah sepanjang hari

Lirik: Doel sumbang

AKU TIDAK INGIN MENULIS


Aku tidak ingin menulis. Hanya mengisi kekosongan ruang saat menunggu, aku mencoba bergerak. tapi serius aku tidak ingin menulis. Siapa pula yang ingin menulis, bangun tidur dalam kondisi perut lapar dan peluh berceceran mambuatku tak karuan sehingga aku berpikir memang aku ini tak ingin menulis.

Hooam..aku menggeliat, diluar kulihat sinar mentari deras menerpa bumi, "masih siang rupanya, " gumamam ku. Tapi apa daya aku tak bisa berbuat apa2, karena aku tengah menunggu sesuatu, dan yang lebih parah aku sedang tidak ingin menulis. lalu apa yang harus kulakukan?

Benar dan sangat sempurna, orang yang mencetuskan kata-kata indah "menunggu adalah hal yang paling membosankan" dan nyata-nyatanya aku sedang merasakannya, betapa membosankannya menunggu. Ditengah kelaparan melanda, panas, dan rasa lemas yang menjajah persendianku, aku menunggu! Orang bilang perut tidak bisa menunggu, tapi saat ini perutku bisa kupaksa menunggu demi sesuatu..tapi sayang aku sedang tak ingin menulis alam kondisi demikian.

aku sedang menunggu, menunggu inspirasi sampai inspirasi itu datang baru aku akan menulis. sampai tulisan ini berakhir aku sedang tidak ingin menulis karena masih menunggu inspirasi, sebagai bahan bakarku...

ORBA (ORDE BAMBANG)


tulisan ini repost dari komentar salah satu pembaca detik.com dengan nama ID pro sby, saya kira bagus untuk bahan renungan, sebelum kalian memutuskan untuk berbelok k arah mana..Karena diam ditempat bukan pilihan saat ini!

"selamat pak sby thn 2009 ini benar benar mutlak milik anda krn apa yg bapak inginkan semuanya telah tercapai tanpa ada cacat. kpu telah bapak kuasai untuk mengantarkan kemenangan pileg dan pilpres kemarin , pemilihan ketua DPR , DPD dan MPR adalah org2 titipan bapak sby , kemudian kpk telah bapak kuasai juga , partai2 pendukung bapak juga telah anda jinak kan semua sehingga udh pada menurut semua apa kata bapak , ambisi bapak untuk menguasai golkar jg udh kesampaian dgn terpilihnya Aburizal Bakrie sebagai ketua umum golkar yg pasti akan ikut bergabung jg dgn pemerintahan bapak. satu ambisi lg yg belum bapak lakukan adalah merubah UU masa jabatan presiden yg hanya 2 periode , rubah aja pak sesuai dgn berapa periode yg bapak mau kami rakyat berada di belakang bapak dan merasa nyaman dibawah pemerintahan bapak lanjutkan trus pak sby rakyat selalu mendukungmu....."


silahkan beropini..orba (orde bambang) didepan anda...

PETAK UMPET


Terlalu lama bermain-main lelah juga ya. Bermain petak umpet misalnya, kalau ketahua tempat persembunyian kita, pasti kita rasa dongkol. Sialnya, apalagi kalau jadi yang pertama tertangkap, pada game berikutnya kita harus ikhlas jaga kandang. Konsekuensinya yang jaga kandang harus terima disebut kucing, ia memiliki tugas mencari teman-temannya yang bersembunyi, panggil saja pihak yang bersembunyi itu dengan sebutan "para tikus," walaupun sebetulnya istilah ini tidak ada dalam kamus per-petakumpet-an, istilah ini muncul lebih karena sisi sakit hati si kucing.

Singkat cerita, setelah mendapat predikat kucing, ia harus bekerjakeras mencari tikus-tikus yang bersembunyi. Tak jarang si kucing menjadi bulan-bulanan dari intrik licik para tikus. Sambil memantau di tempat persembunyiaannya yang gelap, tikus-tikus licik itu acap kali cekikikan dalam hati, mentertawakan kucing yang tampak bodoh dalam pencariannya, namun sebetulnya mereka tertawa dalam ketegangan tingkat tinggi.

Sudah menjadi tugas bagi si kucing yang malang untuk terus mencari. Ketidaktahuannya membuat pekerjaan yang ia lakoni terasa berat. Pastinya sangat-sangat tidak mengenakan, ditertawakan dalam kegelapan oleh sesuatu yang tidak diketahui batang hidungnya. Hemm..mungkin seperti itulah kira-kira contoh konkrit dari yang namanya “makan ati.” Si kucing yang makan ati, haha..sungguh lucu!

“Makan ati,” itu menu menjijikan yang tengah disantap oleh sang kucing, seseorang yg sedang dihukum dalam sebuah permainan petak umpet, nah sekarang bagaimana menu yang menjadi makan malam bagi pihak yg bersembunyi. Karena berperan sebagai pihak yang tidak sedang menjalanin hukuman, tentunya kondisinya akan lebih baik, dong..?? Eiiit..tapi tunggu dulu, tulisan masih panjang jangan dulu berkesimpulan, kawan..

Terus-terusan bersembunyi tanpa terdeteksi bisa jadi membuat kita boring bermain, tak jarang akhirnmya kita sebagai tikus meragukan profesionalitas dan kapabilitas si kucing pencari. “Ni kucing buta apa bego, masa gw ngumpet sebegini deket kaga ketahuan,” begitu kira-kira redaksional dari umpatan sang tikus yang sedang bermain tapi serasa tidak tertantang.

Tapi jangan salah, walaupun membosankan, menu yang kita santap saat bersembunyi paling tidak lebih menyehatkan dari pada “makan ati.” Secara reflek tubuh dan saraf ini menuntut kita total melakukan yg terbaik, memberdayakan kecepatan berpikir dan otot-otot seoptimal mungkin, demi bertahan selama mungkin. Ibaratnya, saat dikejar anjing, otak memaksa kita mengeluarkan energi yang lebih besar daripada si anjing,kan? Kalau tidak begitu, ya siap-siap aja tertinggal tato gigi anjing di betis atau paha kalian. Begitupun, saat tikus bersembunyi, walaupun cekikikan, sebetulnya ia sadar tengah mempertaruhkan nyawanya dari ancaman sang kucing yang sedang keroncongan. Maka tak heran, saat bersembunyi, tanpa komando pun kita dipaksa total, bergerilya dari satu tempat ke tempat yang lain.

Saya pernah mengalami hal itu, dan itu membuat adrenalin naik turun, huuuuh.. menghabiskan tenaga. Kenapa sebab? Tak ada jeda dalam posisi seperti itu, kawan! Saat kucing lengah, dalam hitungan detik, kita harus tanggap untuk bergerak, karena kalau diam dan hanya mengandalkan satu tempat saja, sang kucing pasti akan mengendus aroma bau badan tikus, dan dengan sigap meremove kita dari permainan. Mau tak mau tikus harus berlari, menerabas semak, masuk ke celah-celah dimana kucing tak sedikit pun berpikir si tikus yang licik itu nyaman disana.

Jika suatu waktu tempat persembunyian kita sudah terendus, tugas kita sebagai tikus hanya dua, yaitu tetap tenang dan biarkan semuanya gelap. Jangan ada suara kecuali detak jantungmu. Percayalah saat semakin dekat, kucing itu tidak akan bisa membedakan suara detak jantung itu adalah milikmu atau miliknya. Sebagai makhluk kecil tikus harus tenang dan licik agar bisa hidup. Namun tenang itu tak mudah, tenang butuh energi, saat di posisi itu kita akan tahu, energi yang dibutuhkan untuk sebuah ketenangan itu lebih besar daripada energi yang kita butuhkan untuk sebuah kemarahan.

Hal yang lumrah, ketika kita bersembunyi, jantung pasti berdegup kencang, degup karena lelah berlari dan degup karena takut melihat sang kucing lapar lalu lalang di depan batang hidung kita yang pesek, berelaborasi menjadi satu rasa bernama ketegangan tingkat tinggi. si kucing walaupun di intai tapi tetap bisa santai, jalan kaki memeriksa dari suatu tempat ke tempat lainnya.Sedangkan tikus, yg bersembunyi, harus selalu berlari dan cepat, itu sudah harga mati! “Haha..ternyata dikejar itu lebih melelahkan daripada mengejar.” Berarti benar, dalam realitasnya suka ada perempuan yg justru lebih stres dari pada cowok yang mengejar-ngejar dan ditolaknya berkali2, haha. Artinya, tidak ada alasan putus asa saat mengejar sesuatu, bukan? Asalkan konsisten mengejar, yang dikejar itu akan mengalami dua kemungkinan, sters atau jatuh kepelukan, cepat atau lambat.

Dalam persembunyian petak umpet, segigih apapun kita bersembunyi cepat atau lambat permainan akan berganti set. Sesuatu yg kita kejar akan lebih dulu menepi pada tanggul kelelahan, itu lumrah, untuk bisa lolos si korban mengkonsumsi energi lebih banyak dari pada sesuatu yg mengejarnya. Terbersit, mungkin itu sebabnya, kenapa buronan kakap Dr. Azhari dan Nurdin M. Top akhirnya tewas juga. “Haha..semuanya hanya masalah waktu, benar kata dosenku waktu adalah alat uji yang tak akan pernah bohong,”

Finnaly, Sudah lama aku bersembunyi, berpindah-pindah pula, tetapi si kucing itu gak juga menemukanku, apa aku harus menyerahkan diri? Sory, sebagai atlit petak umpet aku harus professional, dong…



*sebuah tulisan fiksi (bukan pengalaman pribadi!) yg terinspirasi oleh permainan masa kecil kita dulu yang saat ini kalah bersaing dengan playstation. mungkin saat ini petak umpet sudah bukan lagi permainan, tp sebuah cerita...

terimakasih kalau sudi mengomentari:)

DEMOKR-ASU


Belum lama reformasi, susana sudah mirip seperti orde baru, KKN tak habis-habis. Demorasi memang ada, tapi?? saat ini rakyat disuguhi demokrasi yang diracik dengan bahan baku 'beras' pendidikan kualitas rendah dan 'daging' kemiskinan yang sudah busuk. diolah dengan proses instan (dibaca:asal jadi) menggunakan tangan yang tidak higenis, simsalabim jadilah bacang demokrasi ala istana yang bikin mencret siapapun yang menyantapnya. Sungguh sadis, pemerintah hendak meracuni rakyat dengan demokrasi ala mereka.

Akan tetapi, Kebebasan, buah dari demokrasi itu benar subur di negara kita, namun habis dikonsumsi oleh sekelompok orang yang merasa menguasai negara. Kebebasan yang hakikatnya mulia dan universal, mereka reduksi menjadi sesuatu yang privat dan pilih-pilih. Kebabsan itu menjelma menjadi seperti: kebasan elit menyikat uang rakyat, kebebasan para kapitalis mengatur opini melalui media, kebebasan pengusaha beraliansi dengan pemerintah membentuk sistem pemeras buruh dan pekerja, dan kebebasan pemerintah pura-pura lupa membalas jasa para pahlawannya.

Untuk kriteria yang terakhir, saya angkat topi untuk negara. bagaimana tidak, kebebasan pemerintah lupa ingatan atas jasa para pahlawannya itu terlihat baru-baru ini dari kasus sepasang nenek tua ringkih. Mereka nenek-nenek yang dulunya istri pejuang kemerdekaan, tapi negara mau mempidanakan pula. Dalam kasus ini negara memang memiliki alasan yang rasional, tapi alasan saja tidak cukup, karena sebuah pemerintah tidak akan pernah kehabisan alasan untuk mengamankan kepentingannya. Saya beranggapan, saatnya pemerintah berpikir mendalam, bagaimana etikanya meperlakukan pahlawan? Kasus ini sejatinya merupakan momentum melakukan revolusi nilai-nilai kemanusiaan dalam pemerintahan. hanya saja sayang, mediamassa kurang giat merong-rong pemerintah untuk introspeksi.

Disinilah seharusnya buah kebebasa yang ranum itu di panen masyarakat dan mediamasa, wujud konkritnya melalui penekanan-penekanannya pada pemerintah terkait isu-isu kemanusiaan. Sejauh ini kebebasan terlalu terlimpah pada isu-isu bergendre politik. Disini terlihat jelas, media atau organisasi-organisasi tukang demo itu hanya semangat bergerak apabila isu-isu yang disuarakan potensial untuk kepentingan politiknya dan menjual untuk isi kantongnya. Ironis, isu kemanusiaan dianggap tumpul dijadikan senjata lobi politik yang ujung2nya bermuara pada HTW (dibaca:harta, tahta, wanita), itulah yang membuat isu kemanusiaan macam kasus Nenek Soelarti dan Roesmini tidak laku di negara ini. negara yang mayoritas elitnya masih berpikir HTW, bukan berpikir nation. Semakin membuka mata, demokrasi yang kita banggakan ini ternyata ruangnya sempit, sampai-sampai tidak ada tempat untuk Nenek Soelarti dan Roesmin.

Melihat kasus ini kita harus fair, kenapa bangsa dan negara ini tidak maju-maju? kalau di ruang kuliah dan layar-layar TV sudah banyak profesor sampai tukang beca yang memberikan analisisnya, disini saya berpendapat, sepertinya kita sudah lupa pelajaran PMP/PPKN sewaktu SD dulu. Singkatnya, akui saja kita ini bangsa yang durhaka pada para pahawannya...(menulis ini saya kasian pada bung Karno)

Tiba-tiba saya berkhayal, apakah mungkin para pahlawan sakit hati melihat dari alam baka sana perlakuan sadis negara pada keluarganya di dunia, sehingga dialam sana mereka ramai-ramai melobi tuhan untuk memberikan pelajaran bagi Indonesia, haha..demokrASU..demokrASU...

SEMENTARA


Hey aku tau ini hanya sementara, tapi mengapa harus ada sementara-sementara yang lainnya? Aku tahu sedih itu hanya sementara, tapi kenapa bahagia itu ternyata sementara juga? Lalu, aku juga tau peperangan biasanya sementara, tapi kenapa perdamaian pun diciptakan hanya sementara?

Melelahkan, tanpa sadar ternyata hidup ini adalah pergulatan menghadapi ke-sementara-an. Sebuah usaha mengakhiri kesedihan oleh 'sementara', namun juga pertempuran mencegah 'sementara' yang pasti datang merenggut kebahagiaan.

'sementara' itu bermuka dua. Kadang ia menyelematkan kita dari mimpi buruk tapi sering juga merebut mimpi indah saat kita masih menikmatinya. Penderitaan adalah kondisi tidak siap dengan kedatanga 'sementara' dikala menikmati bahagia.. sebaliknya kebahagiaan adalah kedatangan 'sementara' yang tak diduga-duga disaat kita terpuruk..

mungkin bisa dikatakan, "manusia yang berbahagia, adalah manusia yang bisa mendatangkan 'sementara' sesegera mungkin saat ia terpuruk, dan menghindari 'sementara' saat ia berjaya."

Peruntungan seseorang indikatornya adalah 'sementara' itu lebih cepat datang saat kita senang atau saat kita sedih. Saatnya berpolitik dengan 'sementara', mengakrabinya saat terpuruk, dan memusuhinya saat senang..

Biasanya kita dengar, "Jangan bersedih ini hanya sementara"....lain kali aku ingin berkata, "jangan berbahagia, ini hanya sementara"..lucu juga..haha

SISIR (SYNDROM SEMESTER AKHIR)


Sindrom semester akhir, setiap mahasiswa bisa saja mengalaminya, dan pasti mengalaminya. Pada dsarnya sindrom semester akhir merupakan suatu kesadaran atau peneguhan terhadap diri sendiri, tengah berada di titik tertinggi sebagai seorang mahasiswa. Dalam posisi tertinggi, berarti sacara status keilmuan si pengidap adalah yang paling senior, dewasa, berpengalamRata Penuhan, dan memiliki pandangan yang lebih luas dibandingkan adik-adiknya yang masih berjuang memanjat dinding perkuliahan menuju puncak semester akhir, yang kemudian hanya bisa dituntaskan melalui setumpuk kertas bertajuk skripsi.
Secara dejure orang yang mengalami syndrom semester akhir berarti mawas diri, waspada, tp bisa juga tertekan dan frustasi. Itu tergantung sudut pandang dan penyikapan. Yang pasti menurutku semua mahasiswa akan mengalami fase ini, bahkan saat ia terlihat santai dan tanpa beban pun itu bagian dari trick dalam menjalani fase dilematis ini. Misal, karena terlanjur putus asa dan frustasi dengan berbagai kendala teknis maupun filosofis dalam penggarapan skripsi, maka si korban menggelontorkan waktunya bukan untuk mengerjakan skripsi tapi untuk mencari kesenangan, seperti nge-game, nongkrong, organisasi, pacaran, apapun itu ia lakukan, yang penting baginya bisa menjauh dari lamunan, karena syndrom ini menyerang dalam kesendirian...
Namun, pengidap melakukan itu bukan karena tdk sadar tentang kewajibannya, justru setelah mengalami proses penyadaran terlebih dahulu, bahkan jauh menyadari dibanding yang masih/sedang sadar...

pesan dokter: siapapun yang sedang 'menyisir' (mengidap syndrom semester akhir) jauhi kesendirian...haha

tulisan ini hanya iseng belaka...

BAJINGAN


Aku sudah bangun. Satu jam yang lalu kalau tidak salah. Aku kembali merasakan semilir angin sore yang lancang masuk dari jendela yang kubuka dari tadi, mendesir perlahan menyapu debu2 halus disekitarku, menari2 di kulitku, lalu bernyayi ditelingaku menyanyikan melodi lirih mengejekku, membuatku mengantuk kembali. Tapi, aku sudah bangun jadi rasa kantuk itu berhasil aku tangkis, dan terlempar deras kesudut kamar. Membentur dinding dan..baam.. mungkin mati seketika! Yeah dalam hati kuberteriak. Sungguh aku puas, berhasil membinasakan rasa kantuk yang teramat sangat BAJINGAN itu...

Sepertinya dia mati, kawan. Tapi aku sedih sekarang, jujur aku masih ingin kantuk itu, ingiiin.... sekarang dan selamanya. Oh..Tuhan, dia sudah tewas, satu hantaman saja berhasil membinasakannya! Ah..andai saja dia tidak pergi secepat itu, sehingga membuatku kembali terbangun, satu jam yang lalu kalau tidak salah. Kenapa dia terlalu lancang keluar dari mimpiku, menyusup kesela2 kelopakmata yang tengah tertutup rapat berjam-jam lamanya. aku benci dia pergi begitu saja, aku benci kantuk itu berhasil melarikan diri. dan kebencian itu mengalir sampai ke tanganku, alhasil kutangkis dia. aku ingin kantuk itu, .sekarang dan selamanya. karena kata uztad mati itu menyakitkan maka aku hanya ingin kantuk itu untuk menghindar.

"Ah..andai saja kau bisa d ajak kerjasama tadi sebelum aku bangun satu jam yang lalu kalau tidak salah. Aku menyesali, sungguh sial, kenapa kau pergi kantukku, kau tak tahu y aku merasa lebihnyaman dialam mimpi, bukan disini. ayo kembali segera rasa ngantuk..argh..lekas bangun..."

Huh..sudahlah, itu tak mungkin, kulihat disudut kamar rasa kantuk itu menggelepar, sekarat,dan mati. karena aku tangkis dengan kuat tadi, dia langsung tewas. "Lalu kenapa aku tangkis??" yayaya..aku sudah terlanjurmuak dengannya, pergi tanpa permisi saat bidadari mimpi tengah menari..baiklah selamat tinggal kantukku yang BAJINGAN, sekarang aku mau mencari jalan lain, moga uztad itu bohong....

Dalam diam Jatinangor, Mei 2010....

PACARAN


Banyak ungkapan yang muncul seputar pacaran, dan setiap orang hadir dengan interpretasinya masing-masing saat menghadapi topik yang satu ini. Tetapi apapun intrepretasi yang muncul, saat berbicara harapan mengenai pacaran saya kira semua orang walau beda kepala tapi sama isinya, yaitu ingin sukses menjalani pacaran.

Sukses dalam pacaran..heemm, gimana ya caranya? lagi-lagi cita2 boleh sama tapi proses menuju kesana akan selalu berbeda-beda, dan itu yang membuat sy bingung. oleh karenanya dalam tulisan ini saya tidak akan membedah proses, saya lebih tertarik berbicara out put, langsung ke hasil akhir, proses silahkan anda perdebatkan sendiri.

Pacaran yang sukses kalau dilihat dari out putnya, ada dua pilihan. kita tinggal pilih mau yang mana diantara dua ini:1.di akhiri dengan pernikahan. 2. diakhiri dengan putus tapi gak bikin kita sakit hati:)

Sebetulnya kenapa merujuk pada out put atau hasil akhir, tidak lain karena pacaran bukanlah suatu status hukum, sehingga legitimasinya lemah. Dia hanya diikat oleh seutas komitmen tak tertulis, subjektif, dan dogmatis. Dapat dikatakan, pacaran sekedar kondisi penjajakan yang tentunya akan/pasti berakhir dan usianya pendek. Eksesnya akan buruk jika berlama-lama dalam pacaran, ibarat lama membiarkan negara dalam kondisi vakum of the power yang pasti rawan penjajahan/infasi negara tetangga..:P

Maka bagi anda yang sedang tenggelam dalam mahligai pacaran, apabila pacaran anda ingin sukses rancang endingnya dari sekarang, opsinya hanya dua mau pilih yang mana silahkan terserah anda, kami hanya mengabarkan..haha..:P

Dalam pink-nya Jatinangor, Mei 10..

*tulisan paling :berbusa: :najis:..wkwkwk
 
RIZKI dialogue.. ◄Design by Pocket, BlogBulk Blogger Templates ►